Surat Hatiku :)
Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta sahabat-sahabat
tercintaku yang insyaAllah tetap mencintai Allah dan RasulNya di atas
segalanya, karena hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta
hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandangan yang
berbeda, lebih bermakna dan indah.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku
yang kerap kali terisi oleh cinta selain dariNya, yang mudah sekali terlena
oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan keranaNya, lalu
di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah
di mana keikhlasannya.
Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan karena perkara yang
dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah
menanyakan hasil. Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.
Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa sahabat-sahabat
tercintaku yang mulai lelah menapaki jalanNya ketika seringkali mengeluh,
merasa dibebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia.
Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang
hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
Surat ini kutujukan untuk roh-ku dan roh sahabat-sahabat tercintaku
yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup
oleh maksiat yang dinikmati, lalu di manakah kejujuran diletakkan? Dan kini
terabailah sudah nurani yang bersih, saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka,
saat jasmani dan fikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan
kebahagiaan yang penuh kepalsuan.
Coba lihat disana! Hatimu menangis dan meranakah?
Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri sahabat-sahabat tercintaku
yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun
yang membuat kita lebih di hadapanNya selain ketakwaan.
Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati,
namun kita masih bergulat terus dengan kefanaan. Surat ini kutujukan untuk
hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati, saat tiada getar
ketika asma Allah disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan berlalu begitu
sahaja, saat tiada rasa takut padaNya ketika maksiat dilakukan, dan tiada
merasa berdosa ketika mendzalimi diri sendiri dan orang lain.
Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya
meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya
itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan
Islam yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dariNya
"Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini
pada agamaMU, pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu "
Wallahualam bisshawab Semoga dapat membangkitkan iman yang sedang
mati atau jalan di tempat, berdiam diri tanpa ada sesuatu amalanpun yang dapat
dikerjakan. Kembalikan semangat itu sahabat- sahabat tercintaku.. … Ada Allah
dan orang-orang beriman yang selalu menemani di kala hati "lelah".
